Memfoto menggunakan camera SLR lebih menguntungkan dari pada camera digital karena hasil fotonya lebih bagus dalam hal warna dn camera SLR dapat memfokuskan objek foto. itupun tergantung mode apa yang kita gunakan. bagi yang sudah terbiasa gunakan mode M (manual), karena mode M dapat mengatur ISO, kecepatan, kecerahan dll sesuai keinginan.
Cara fotografi bagi pemula camera SLR Nikon mode M:
1. tentukan objek yang kalian ingin foto
2. gunakanan lah ISO tergantung tempat di mana anda ingin memfoto (diluar ruangan atau di dalam ruangan)
3. kecepatan yang digunakan berkisar 30
4. aturlah kecerahan foto, tergantung juga tempat (tempat gelap atau tempat terang)
5. memfokuskan benda dengan cara memainkan zoom. arti disini memainkan adalah mecoba-coba zoom. apabila menurut kita pas dan objek foto akan fokus ketiklah sutter (Tombol yang digunakan ketika anda akan mengambil gambar) setengah terlebih dahulu apabila berbunyi "tit" makan tekan tombol sutter sampe habis.
Mungkin bagi pemula memang susah, tapi apabila ingin menghasilkan foto yang bagus berlatihlah. untuk masalah fokus pada objek manusia, hewan (benda gerak) memang susah butuh keahlian,namun apabila anda berusaha keahlian tersebut akan muncul. dalam hal benda mati, foto kemungkinan dapat fokus tinggi. tergantung orang nya, bagaimana mengaturnya.
Mencobalah :v
Selasa, 17 Februari 2015
Selasa, 10 Februari 2015
Sejarah Fotografi
Fotografi (dari bahasa
Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu
"photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.)
adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi
berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan
cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling
populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto
yang bisa dibuat.
Prinsip
fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu
membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran
luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya
yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk
menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan
bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang
tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan
mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma
(Aperture), dan kecepatan
rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed
disebut sebagai pajanan (exposure).
Di
era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang
semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
Langganan:
Postingan (Atom)